Selasa, 11 Desember 2012

KARYA TULIS ILMIAH ANEMIA RINGAN

HOLLA..
Lama tidak menyapa dan disapa :) bagaimana kabar para pembaca yg setia, budiman dan selalu diberi kebahagian dari Tuhan YME ???? *amin*
*tunggu, biarkan saya berpikir apa lagi yang harus saya ketik ini... *
OK lah secara saya bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, dari pada ntar malah jadi garing mending langsung TO THE POINT ! lebih enak kan makan yang garing dari pada yang basi *alllaahh, apan sih tin*

Jadi.. begini maksud kedatangan saya e bukan maksud postingan saya kali ini, tidak lain tidak bukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Komputer :) "disuruh ka dosenku buat posting KTI (Karya Tulis Ilmiah) saya waktu saya menyelesaikan kuliah DIII Kebidanan saya ke blog sebagai nilai final bedeng :p *logat makassar ngaco*" :p pengen nya buat blog baru saja, buat posting ini KTI, tapi secara kasian juga ntar POSTING-AN satu-satunya yang ada di BLOG itu, dan malah membuatnya menjadi mubazir, maka dengan senang hati saya UPDATE saja ini KTI di blog narsis  saya ini :) hhihiihi..
Doakan saya mudahan dapat nilai terbaik *amin amin amin amin amin amin*

Jadi... buat kalian-kalian yang menanti foto narsis ku, maap sekali sedalam-dalamnya, untuk kali ini saya tidak menyediakan foto narsis (baca : cantik) untuk postingan kali ini. *ditimpuk sendal jepit* :p

Jadi.. *allaahh kebanyakan jadinya* ini lah MEREKA, selamat membaca (baca: boring) saya sarankan bacanya jauh-jauh saja dari laptop/ipad/notebook/komputer anda, karena saya yakin dan percaya, baru baca 2 paragraph bawannya pengen klik EXIT aja, secara gk ada foto saya nya dan ppppaaaaannjjaanngg BANGET, ciyusss deh miapah aja .. hhhahaha =D *dicekek 1 kampung*



BAB I
PENDAHULUAN
  
A.  Latar Belakang
Perhatian dunia untuk dapat menurunkan angka kematian ibu sebagai tolok ukur kemampuan untuk memberikan pelayanan menyeluruh dan bermutu  dengan melakukan beberapa upaya salah satunya melaluii program Making Pregnancy Safer (MPS) dengan menempatkan masalah Safe Motherhood sebagai skala prioritas utama dalam pembangunan kesehatan nasional dan internasional (Manuaba, 2002, hal 16).
Salah satu pilar dalam Safe Motherhood adalah asuhan antenatal yang bertujuan untuk mencegah adanya komplikasi obstetric bila mungkin dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi secara dini serta ditangani secara memadai (Saifuddin A.B, 2006, hal 5-6).
Anemia lebih sering ditemukan dalam kehamilan karena keperluan akan zat-zat makanan makin bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Volume darah bertambah banyak dalam kehamilan, yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel-sel darah kurang dibandingkan dengan plasma, sehingga

terjadi pengenceran darah (hemodilusi).
Anemia lebih sering ditemukan dalam kehamilan karena keperluan akan zat-zat makanan makin bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Volume darah bertambah banyak dalam kehamilan, yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel-sel darah kurang dibandingkan dengan plasma, sehingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi). (Proverawati.A, 2009, hal 76)
Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia dalam kehamilan disebut “Potensial Danger To Mother And Child” (Potensial Membahayakan Ibu dan Janin) memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan. (Proverawati.A, 2009, hal 76)
Frekwensi ibu hamil dengan anemia lebih banyak terjadi di Negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Di Amerika hanya sekitar 6% ibu hamil yang menderita anemia, sedangkan di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5%. Sedangkan besar disebabkan karena kurangnya zat gizi dan perhatian terhadap ibu hamil sehingga dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi zat besi. (Ikhsan Soebroto, 2009,hal. 16)
Anemia adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (Eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14 gr% dan eritrosit kurang 41% pada pria maka tersebut dikatakan anemia. Demikian pula pada wanita, wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12 gr% dan eritrosit kurang dari 37 % maka wanita itu dikatakan anemia. (Ikhsan Soebroto, 2009, hal. 19).
Banyak penyulit yang dapat muncul pada kehamilan yang disertai anemia, diantaranya abortus,hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, partus prematurus, perdarahan antepartum, bahkan kematian ibu dan janin. (Proverawati.A, 2009, hal. 78).
Pemerintah telah menyediakan preprat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Tablet Fe dan Obat seperti sangobion tersebut dapat dibeli dengan bebas, mengkonsumsi suplemen penambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Tetapi sebaiknya tidak tergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengkonsumsi bahan makanan yang kaya zat asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging, sayuran hijau dan susu. (Just Another WordPress. 2012. Online diakses 16 Februari 2012)
Tujuan Indonesia sehat  2010 yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata. (Data Statistik, 2010, online diakses 16 Februari  2012)
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan AKI Negara-negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI tahun 2002/2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kehamilan hidup, sementara itu di negara tetangga Malaysia sebesar 36 per 100.000 kelahiran hidup, di Singapura 6 per 100.000 kelahiran hidup, bahkan di Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup.
Badan kesehatan dunia (World Health Organization/ WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. WHO memperkirakan 585.000 ibu yang meninggal pertahun.
Sekitar 80% kematian maternal merupakan akibat meningkatnya komplikasi selama kehamilan, persalinan dan setelah melahirkan. Sisanya 20%, kematian maternal secara tidak langsung disebabkan oleh anemia, malaria, hepatitis, sakit jantung dan diabetes. Sedangkan di Indonesia, masih terdapat 15.700 ibu yang meninggal setiap tahun akibat komplikasi hamil dan melahirkan. (Data Statistik, 2010, online diakses 16 Februari  2012)
Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2010, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia hingga kini masih tinggi, yaitu 262 per 1000 kelahiran hidup. Angka itu masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) yakni menurunkan AKI menjadi 125 per 1000 kelahiran hidup..
(BKKBN, 2010, online diakses 16 Februari  2012)
Menurut catatan dan perhitungan Departemen Kesehatan RI, di Indonesia sekitar 67% ibu hamil mengalami anemia dalam berbagai jenjang. Berdasarkan ketetapan WHO, anemia ibu hamil adalah bila Hb kurang dari 11 gr%. Adapun jumlah AKI menurut data dinas kesehatan 2010 yaitu 6.800/100.000 kelahiran hidup.
Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2009, prevalensi anemia pada ibu hamil adalah anemia ringan sebanyak 40,5 %, anemia sedang 43,67 % dan anemia berat 15,83%.
Berdasarkan data yang diperoleh dari buku register KIA di ruang medis Rumah Sakit Umum Daerah Daya, angka kejadian ibu hamil dengan anemia ringan tahun 2011 sebanyak 30 kasus (3,8%) dari 789 ibu hamil.
Berdasarkan tingginya kejadian anemia, mendorong penulis untuk mengkaji permasalahan dan memaparkannya lewat karya tulis ilmiah sebagai wujud perhatian dan tanggung jawab penulis dalam memberikan konstribusi pemikiran pada berbagai pihak yang berkompeten dengan masalah tersebut guna mencari solusi terbaik atas permasalahan diatas.

B.  Ruang Lingkup Pembahasan
Adapun ruang lingkup pembahasan dalam penulisan karya tulis ilmiah adalah “Asuhan Kebidanan Pada Ny “A” Gestasi 26 Minggu 2 hari Dengan Anemia Ringan Di Rumah Sakit Umum Daerah Daya yang dilaksanakan pada tanggal 15 dan 27 Februari 2012.

C.  Tujuan Penulisan
1.   Tujuan Umum
Dapat melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Ny.“A” Gestasi 26 Minggu 2 hari Dengan Anemia Ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 15 dan 27 Februari 2012 dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan.
2.   Tujuan Khusus
a.   Dapat melaksanakan pengkajian dan analisis data pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
b.   Dapat merumuskan diagnosa/masalah aktual pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
c.   Dapat merumuskan diagnosa/masalah potensial pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
d.   Dapat mengidentifikasi perlunya tindakan segera dan kolaborasi pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
e.   Dapat menetapkan rencana tindakan asuhan kebidanan pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
f.    Dapat melaksanakan tindakan asuhan kebidanan yang telah disusun pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
g.   Dapat mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
h.  Dapat mendokumentasikan semua temuan dan tindakan yang telah diberikan pada Ny.“A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.

D.  Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan pada kasus tersebut diatas adalah :
1.   Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan Sekolah Tinggi Kesehatan Batara Guru Soroako.
2.   Manfaat program, sebagai salah satu sumber informasi bagi Dinas Kesehatan dalam menentukan kebijakan khususnya dalam penanganan asuhan kebidanan pada gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan.
3.   Sebagai bahan bagi institusi pendidikan dalam penerapan penulisan karya tulis ilmiah selanjutnya.
4.   Sebagai tambahan pengalaman berharga bagi penulis untuk memperluas dan menambah wawasan dalam asuhan kebidanan.

E.  Metode Penulisan
Dalam menyusun karya tulis ini, metode yang digunakan adalah:
1.   Tinjauan Pustaka
            Mempelajari buku-buku/literatur, mengambil data dari internet, membaca buku yang berkaitan dengan anemia.
2.   Tinjauan Kasus
Dengan menggunakan metode pendekatan masalah dalam asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian dan analisa data, menetapkan diagnosa/masalah aktual dan potensial, mengidentifikasi tindakan dan mengevaluasi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia serta mendokumentasikan.
Untuk menghimpun data/informasi dalam pengkajian menggunakan teknik.
a.   Anamnese/wawancara
            Penulis melakukan tanya jawab dengan klien dan keluarganya guna mendapatkan data yang diperlukan untuk memberikan asuhan kebidanan pada klien tersebut berdasarkan data yang telah didapatkan dari hasil anamnese dan data penunjang lainnya.
b.   Pemeriksaan fisik
Melakukan pemeriksaan fisik secara sistematis pada klien dengan cara inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi dan pemeriksaan penunjang (laboratorium), serta pemeriksaan diagnostik lainnya dengan menggunakan format pengkajian.
c.   Pengkajian psikososial, ekonomi dan spiritual
Pengkajian psikososial, ekonomi dan spiritual meliputi status emosional klien, respon terhadap kondisi yang dialami serta pola interaksi klien terhadap keluarga, petugas kesehatan dan lingkungannya, keadaan ekonomi dan hubungan klien dengan Tuhan Yang Maha Esa.
3.   Tinjauan Dokumentasi
            Tinjauan ini dilakukan dengan mempelajari status klien yang bersumber dari catatan dokter/bidan maupun dari hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik lainnya yang berkaitan dengan anemia ringan.
4.   Diskusi
Diskusi dengan tenaga kesehatan yaitu bidan atau dokter yang menangani langsung klien tersebut dan dosen pembimbing karya tulis ilmiah.

F.  Sistematika Penulisan
Adapun sistematika yang digunakan untuk menulis karya tulis ini terdiri dari :
BAB   I.   PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
B.  Ruang Lingkup Pembahasan
C.  Tujuan Penulisan
1.   Tujuan Umum
2.   Tujuan Khusus
D.  Manfaat Penulisan
E.  Metode Penulisan
F.  Sistematika Penulisan
BAB  II.   TINJAUAN PUSTAKA
A.  Tinjauan Tentang Kehamilan
1.   Pengertian Kehamilan
2.   Diagnosis Kehamilan
3.   Perubahan Fisiologi yang terjadi dalam Kehamilan
4.   Perubahan Psikologi Wanita Hamil
B.  Tinjauan Tentang Antenatal
1.   Pengertian Antenatal
2.   Tujuan Asuhan Antenatal
3.   Kebijakan Program dan Teknis Asuhan Antenatal
4.   Informasi Penting untuk setiap Kunjungan Antenatal.
C.  Tinjauan Tentang Anemia
1.   Pengertian Anemia
2.   Patofisiologi Anemia
3.   Macam-macam Anemia
4.   Tanda dan Gejala Anemia
5.   Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan
6.   Diagnosis Anemia
7.   Pencegahan dan Penangan Anemia
D.  Proses Manajemen Asuhan Kebidanan
1.   Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan
2.   Tahapan dalam Manajemen Asuhan Kebidanan
E.  Pendokumentasian Asuhan Kebidanan (SOAP)
BAB III.   TINJAUAN KASUS
Langkah 1  :  Identifikasi Data Dasar
Langkah 2 : Merumuskan Diagnosa/Masalah Aktual
Langkah 3 : Merumuskan Diagnosa/Masalah Potensial
Langkah 4  :  Identifikasi Perlunya Tindakan Segera/ Kolaborasi Asuhan Kebidanan
Langkah 5 : Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan
Langkah 6 : Pelaksanaan Tindakan Asuhan Kebidanan
Langkah 7 : Evaluasi Hasil Asuhan Kebidanan
BAB IV.  PEMBAHASAN
Pada bab ini diuraikan tentang kesenjangan antara teori dan fakta yang didapatkan sesuai dengan proses manajemen kebidanan.
BAB  V.  PENUTUP
A.  Kesimpulan
B.  Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

 BAB II


TINJAUAN PUSTAKA


A.  Tinjauan Umum Tentang Kehamilan
1.   Pengertian Kehamilan
a.   Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester (Penny S,2008 hal 19)
1). Trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 12 minggu
2). Trimester kedua dari bulan keempat sampai 24 minggu
3). Trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 36 minggu
b.   Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari ovulasi sampai persalinan aterm, sekitar 280 hari (Varney H, 2007 hal 492).
2.   Diagnosis Kehamilan (Marmi, S.ST, 2011, hal 101)
Diagnosis kehamilaan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan klinis berdasarkan tandaa daan gejala kehamilan.
a.    Tanda Mungkin Hamil
1)    Amenorhoe (terlambat datang bulan)
Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut. Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de graaf dan ovulasi. Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus neagle.
2)    Mual (nausea) dan muntah(emesis)
Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Pengaruh estrogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Menimbulkan mual dam muntah terutama pagi hari yang disebut morning sickness. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi. Akibat mual dan muntah dapat menyebabkan nafsu makan berkurang.
3)    Mastodinia
Pengaruh estrogen dan progesterone somatomamotropin menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara. Hormon estrogen memberikan pengaruh pada duktuis mamae. Payudara terasa tegang, besar, dan kencang. Ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama padaa hamil pertama.
4)   Quickening
Perasaan pergerakan janin pada minggu ke-18 atau ke-20 minggu (primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida dan gerakan janin dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan.
5)   Sering Miksi.
Desakan rahim kedepan pada trimester I dan trimester II menyebabkan kandung kemih cepat merasa penuh dan sering miksi tetapi pada saat triwulan ke dua keluhan ini akan menghilang.
6)   Konstipasi dan Obstipasi.
Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar dan disebabkan pula karena faktor perubahan pola makan.
7)   Weight Gain
Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur kehamilan 20 minggu. Umumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 7-15 kg.
8)   Pigmentasi Kulit.
Merupakan pengaruh hormon kortikosteroid dimana sekitar pipi terdapat cloasama gravidarum dimana disebabkan oleh keluarnya melanophore stimulating hormon hipofisis anterior sehingga terjadi pigmentasi pada kulit. Pada dinding perut terdapat striae livide, striae nigra, linea nigra makin hitam. Pada sekitar payudara terdapat hyperpigmentasi areola mammae, putting susu makin menonjol, kelenjar Montgomery menonjol, pembuluh darah menifes sekitar payudara.
9)    Ngidam
Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginannya yang demikian disebut ngidam. Keadaan ini biasaanya terjadi pada bulan-bulan pertama.
10)            Sinkop atau Pingsan
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan syaraf pusat dan menimbulkan sinkop atau pingsan.
11)          Nail Sign.
Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih tipis.
12)          Fatigue.
Perasaan lelah pada ibu hamil yang sulit diterangkan. Dan pada umur kehamilan 32 minggu kerja jaantung akan menjadi lebih berat.
13)          Epulis.
Hipertropi gusi disebut epulis dapat terjadi bila hamil sehingga dapat menyebabkan gusi berdarah.
14)          Varices atau Penumpukan Pembuluh Darah Vena.
Karena dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesterone terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang memepunyai bakat. Penampakan pembuluh darah ini terjadi dis ekitar genitalia eksterna (vulva), kaki, betis, dan payudara. Penampakan pembuluh darah ini biasanya dijumpai pada triwulan terakhir dan dapat menghilang setelah persalinan.
b.    Tanda Tidak Pasti Kehamilan
1)  Perut membesar
2)  Rahim membesar, sesuai dengan tuanya hamil.
3)  Pada pemeriksaan dapat dijumpai
a)  Tanda hegar; Isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.
b)  Tanda piscaseck; pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasanya ditemukan saat umur kehamilan 10 minggu.
c)   Kontraksi braxton hicks; kontraksi uterus ( perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri.
d)  Teraba ballottement; tanda ada benda mengapung atau melayangdalam cairan, pada umur kehamilan 16-20 minggu.
e)  Discharge; lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini merupakan pengaruh hormone estrogen dan progesterone.
f)   Tanda Goodell; porsio teraba melunak.
4)  Pemeriksaan tes kehamilan positif (reaksi kehamilan positif); sebagian kehamilan positf palsu.
c.    Tanda Pasti Kehamilan
1)  Gerakan Janin Dalam Rahim.
Terlihat atau teraba gerakan janin atau teraba bagian-bagian janin.
2)  Denyut jantung janin (DJJ)
Didengar dengan stetoskop laenec, alat kardiotokografi, alat dopler. Dilihat dengan alat ultrasonografi. Pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rongen untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi.
3.   Perubahan Fisiologi Yang Terjadi Dalam Kehamilan (Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo, 2007 hal 87)
a.   Uterus
Uterus yang semula beratnya 30 gram akan membesar sehingga menjadi seberat 1000 gram dibawah pangaruh estrogen dan progesteron. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.

Pemeriksaan fundus uteri untuk menentukan umurkehamilan, deteksi janin gerakan janin, perkiraan berat janin, penentuan letak, presentasi, posisi, variasi janin dan penentuan apakah kepala sudah masuk pintu atas panggul. (Buku saku Asuhan kebidanan Varney,2010)
b.   Vagina
Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh hormon estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick).
c.   Ovarium
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung corpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta pada umur kehamilan 16 minggu. Korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang fungsinya akan diambil alih oleh plasenta.
d.   Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan laktasi. Perkembangannya dipengaruhi oleh hormon estrogen, progesteron dan somatomammotropin. Estrogen menyebabkan hipertrofi sistem saluran payudara. Progesteron mempersiapkan dan menambah jumlah sel asinus. Sedangkan somatomam- motropin berfungsi mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktabumin dan laktoglobulin serta merangsang pengeluaran kolostrum.                       


e.   Sirkulasi Darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat-alat lain yang memang berfungsi berlebihan. Volume darah ibu akan bertambah secara fisiologik dengan adanya pengenceran darah yang disebut hidremia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25% dan mencapai puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti dengan cardiac output yang meningkat ± 30%.
Eritropoesis juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan transpor zat asam. Tapi meskipun ada peningkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan, tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar, sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih rendah sehingga timbul anemia.
Volume darah semakin meningkat secara fisiologi dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim. Tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis.
f.    Sistem Respirasi
Pada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2 disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu ke atas sehingga tidak jarang menimbulkan rasa sesak.
g.   Sistem Pencernaan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat sehingga menyebabkan hipersalivasi, morning sickness, muntah dan lambung terasa panas. Hormon progesteron menyebabkan gerakan usus makin berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi.
h.  Sistem Perkemihan
Pada bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali.
i.    Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi yang disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. Deposit pigmen/hiperpigmentasi ini biasa terdapat pada dahi, pipi dan hidung yang biasa dikenal sebagai kloasma gravidarum. Kadang-kadang juga terdapat pada leher dan mammae. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan yang disebut striae livide.
j.    Metabolisme Dalam Kehamilan
Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI. Metabolisme Basal naik sebesar 15-20% terutama pada trimester ketiga. Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5 – 16,5 kg atau terjadi kenaikan berat badan sekitar seperdua kilogram tiap minggu.
4.   Perubahan Psikologi Wanita Hamil (Varney H.2007,hal 501)
Beberapa perubahan psikologi pada wanita hamil yang sering terjadi selama masa kehamilan :
a.   Perubahan Pada Trimester Pertama.
Ketika wanita pertama kali mengetahui dirinya mungkin hamil ia merasa syok dan menyangkal walaupun  kehamilan tersebut direncanakan. Periode awal ketidakyakinan adalah hal umum yang terjadi dan sebagaian besar wanita mengalami kegembiraan tertentu karena mereka berencana membentuk hidup baru. Setiap wanita membayangkan tentang kehamilan dalam pikiran-pikirannya sendiri, selain itu pengalaman hidup dan kebudayaan akan mempengaruhi kondisi psikologinya.
b.   Perubahan Pada Trimester Kedua.
Trimester kedua biasanya lebih menyenangkan. Tubuh wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi.Ibu dapat menerima kehamilannya dan menggunakan pikiran serta energinya lebih konstruktif. Janin masih tetap kecil dan belum menyebabkan ketidaknyamanan. Pada trimester ini ibu merasakan gerakan janinnya pertama kali, pengalaman tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk baru dan hal ini sering menyebabkan calon ibu memiliki dorongan psikologi yang besar.
c.   Perubahan Pada Trimester Ketiga.
Trimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi.  Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi, ketika janin membesar dan ketidaknyamanan bertambah. Sekitar dua minggu sebelum melahirkan sebagian wanita hamil mulai mengalami perasaan senang.
Reaksi calon ibu terhadap persalinan ini secara umum tergantung pada persiapan dan persepsinya. Terhadap kejadian ini, diharapkan suami dapat  memberi rasa aman dan mendukung istri dalam melakukan berbagai kegiatan. Dengan cara ini akan muncul rasa percaya diri sehingga sang istri akan memiliki mental yang kuat untuk menghadapi persalinannya. Selain suami, dukungan keluarga juga sangat berarti.

B.  Tinjauan Tentang Antenatal Care
1.   Pengertian Antenatal Care
Antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksakan keadaan ibu dan janinnya secara berkala yang di ikuti dengan pengawasan antenatal.  Pengawasan ante natal memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinan. (Yulaikhah, 2009, hal 67).
Antenatal care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Prawirohardjo.S.2007,hal 158)
2.   Tujuan Pengawasan Antenatal
a.   Tujuan Umum
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu selama dalam kehamilan sehingga didapatkan ibu dan janin yang sehat (Saifuddin A.B,2006, hal.89)
b.   Tujuan Khusus (Saifuddin A.B,2006, hal.90)
1)  Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
2)  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan janin.
3)  Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4)  Mempersiapkan persalinan cukup bulan melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)  Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6)  Mempersiapkan ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
3.   Kebijakan Program dan Teknis Asuhan Antenatal (Prawirohardjo.S.2007,hal 158)
a.   Kebijakan Program
Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit empat kali selama kehamilan yaitu :
1)  Satu kali pada triwulan pertama.
2)  Satu kali pada triwulan kedua.
3)  Dua kali pada triwulan ketiga.
Pelayanan/asuhan standar minimal termasuk “7 T”
1)  Timbang berat badan.
2)  Ukur tekanan darah.
3)  Ukur tinggi fundus uteri.
4)  Pemberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap.
5)  Pemberian tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilan.
6)  Tes terhadap penyakit menular seksual.
7)  Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
Pelayanan/asuhan antenatal ini hanya dapat diberikan oleh tenaga profesional dan tidak dapat diberikan oleh dukun bayi.
b.   Kebijakan Teknis
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat.Itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilannya.
Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
1)  Mengupayakan kehamilan sehat.
2)  Melakukan deteksi dini komplikasi,melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan.
3)  Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
4)  Perencanaan antisipasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi.
4.   Informasi Penting Untuk Setiap Kunjungan Antenatal (Penny.2008,hal 19-25)
a.   Trimester satu (sebelum minggu ke-14).
1)  Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil.
2)  Mendeteksi masalah dan menanganinya.
3)  Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan.
4)  Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi.
5)  Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan, kebersihan, istirahat dan lain-lain).
b.   Trimester kedua (sebelum minggu ke-28).
1)  Sama pada trimester pertama.
2)  Kewaspadaan khusus mengenai preeklampsia (tanya ibu tentang gejala-gejala preeklampsia, pantau tekanan darah evaluasi oedema pada wajah dan tangan, periksa  protein urine).
c.   Trimester ketiga (antara minggu ke-28 – 36).
1)  Sama pada trimester pertama dan kedua.
2)  Palpasi abdominal untuk mengetahui  ada kehamilan ganda atau tidak.
d.   Trimester ketiga (setelah 36 minggu).
1)  Sama seperti diatas
2)  Deteksi letak bayi yang tidak normal atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit.

C.  Tinjauan Tentang Anemia
1.   Pengertian Anemia
a.   Anemia adalah penurunan kapasitas darah dalam membawa oksigen, hal tersebut dapat terjadi akibat penurunan produksi sel darah merah(SDM), dan/atau penurunan hemoglobin (Hb) dalam darah.
b.   Definisi umum anemia yaitu kadar hemoglobin kurang dari 12,0 gr% pada wanita yang tidak hamil, dan kadar hemoglobin kurang dari 10,0 gr% pada wanita hamil (Buku Saku asuhan Kebidanan Varney.2009,hal 275)
2.   Macam-Macam Anemia Dalam Kehamilan (Soebroto Ikhsan, 2009, hal. 22-24 )
a.   Anemia Defisiensi Besi
Anemia dalam kehamilan yang sering dijumpai adalah anemia kekurangan zat besi. Hal ini disebabkan karena kurangnya zat besi dalam makanan, karena gangguan resorbsi, atau karena terlampau banyaknya zat besi yang keluar dari badan, misalnya pada perdarahan.
b.   Anemia Megaloblastik
Anemia ini disebabkan karena defisiensi asam folik, malnutrisi dan infeksi yang kronik.
c.   Anemia Hipoplastik
Anemia ini disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru.
d.   Anemia Hemolitik
Anemia ini disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya. Wanita dengan anemia hemolitik sukar menjadi hamil, apabila ia hamil, maka anemia biasanya menjadi lebih berat. Sebaliknya mungkin pula bahwa kehamilan menyebabkan krisis hemolitik pada wanita yang sebelumnya tidak menderita anemia.
Klasifikasi anemia :
1)  Menurut Depkes
a)  Normal > 10,5 gr%.
b)  Anemia Ringan 9 – 10,4 gr%.
c)   Anemia Sedang 7,6 – 8,9 gr%.
d)  Anemia Berat < 7,5 gr%.
2)  Menurut WHO yang dikutip dalam buku Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, 2002, hal.30 yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sahli yaitu :
1.   Hb 11 gr% tidak anemia.
2.   Hb 9 – 10 gr% anemia ringan
3.   Hb 7 – 8 gr% anemia sedang.
4.   Hb < 7 gr% anemia berat.
3.   Patofisiologi Anemia
Anemia lebih sering ditemukan dalam kehamilan karena keperluan akan zat-zat makanan makin bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Volume darah bertambah banyak dalam kehamilan, yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia . Akan tetapi, bertambahnya sel-sel darah kurang dibandingkan dengan plasma, sehingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi).
Pertambahan tersebut berbanding sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18%, dan hemoglobin 19%. Hemodilusi dianggap sebagai penyesuaian diri secara fisiologi dalam kehamilan dan bermanfaat bagi ibu yaitu dapat meringankan beban kerja jantung yang harus bekerja lebih berat dalam masa hamil, yang disebabkan oleh peningkatan  cardiac output akibat hipervolemia. Kerja jantung lebih ringan apabila viskositas darah rendah.
Resistensi perifer berkurang pula, sehingga tekanan darah tidak naik. Kedua, pada perdarahan waktu persalinan, banyaknya unsur besi yang hilang lebih sedikit dibandingkan dengan apabila darah itu tetap kental.
Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah mulai sejak kehamilan umur 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu (Proverawati A,2009,hal 76).
4.   Tanda dan Gejala Anemia
Gejala umum yang terjadi pada seseorang dengan anemia adalah lemas, pusing, cepat lelah, mudah mengantuk, konsentrasi menurun, pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk, tampak pucat. Kepucatan dapat dilihat pada konjungtiva
5.   Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan (Soebroto Ikhsan, 2009, hal. 25-27 )
Bahaya selama kehamilan
1)  Dapat terjadi abortus.
2)  Persalinan prematuritas.
3)  Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim.
4)  Mudah terjadi infeksi.
5)  Mola hidatidosa.
6)  Hiperemesis gravidarum.
7)  Ancaman dekompensasi kordis (Hb < 6 gr%).
8)  Perdarahan antepartum.
9)  Ketuban pecah dini.
a.   Bahaya terhadap janin
1)  Abortus.
2)  Terjadi kematian intra uterin.
3)  Persalinan prematuritas tinggi.
4)  Berat badan lahir rendah.
5)  Kelahiran dengan anemia.
6)  Dapat terjadi cacat bawaan.
7)  Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal.
8)  Intelegensia rendah.
6.   Diagnosis Anemia pada Kehamilan
a.   Anamnese
Pada anamnese akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih berat pada hamil muda
b.   Pemeriksaan Fisik
Keluhan lemah, kulit pucat, sementara tensi masih dalam batas normal, pucat pada membran mukosa, dan konjungtiva oleh karena kurangnya sel darah merah pada pembuluh darah kapiler serta pucat pada kuku dan jari tangan (Varney.2007,hal 623).
c.   Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan dan pengawasan Hb untuk menentukan derajat anemia dapat dilakukan dengan menggunakan alat sahli. Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan terutama pada trimester satu dan trimester tiga (Varney.2007,hal 625).
7.   Pencegahan dan Penanganan Anemia
a.   Pencegahan Anemia
1)  Pemberian tablet atau suntikan zat besi
Dosis suplementatif yang dianjurkan dalam satu hari adalah dua tablet (satu tablet mengandung 60 mgFe dan 200 mg asam folat) yang di makan selama paruh kedua kehamilan karena pada saat tersebut kebutuhan akan zat besi sangat tinggi.
2)  Pendidikan.
Ibu hamil harus diberikan pendidikan yang tepat misalnya tentang bahaya yang mungkin terjadi akibat anemia.Dan harus pula diyakinkan bahwa salah satu penyebab anemia adalah defisiensi zat besi.
3)  Modifikasi makanan
Asupan zat besi dari makanan dapat ditingkatkan yaitu dengan pemastian konsumsi makanan yang  mengandung kalori dan meningkatkan ketersediaan hayati zat besi yang dimakan, yaitu dengan jalan mempromosikan makanan yang dapat memacu dan menghindarkan pangan yang bisa mereduksi penyerapan zat besi.
4)  Pengawasan penyakit infeksi
Pengawasan penyakit infeksi ini memerlukan upaya kesehatan masyarakat melalui pencegahan seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan.
5)  Fortifikasi makanan
Fortifikasi makanan yang banyak dikonsumsi dan diproses secara terpusat merupakan inti penanganan anemia. Produk makanan fortifikasi yang lazim adalah tepung gandum serta roti makanan yang terbuat dari jagung dan bubur jagung dan produk susu.
b.   Penanganan Anemia
1)  Anemia Ringan
Dengan kadar Hemoglobin 9-10 gr% masih dianggap ringan sehingga hanya perlu diberikan kombinasi 60 mg/ hari besi dan 250 mg asam folat peroral sekali sehari. Hemoglobin dapat dinaikkan sebanyak 1 gr/dl sehari mulai dari hari kelima dan seterusnya (Proverawati A.2009,hal 79).
2)  Anemia Sedang
Pengobatannya dengan kombinasi 120 mg zat besi dan 500 mg asam folat peroral sekali sehari. (Proverawati A.2009,hal 79).
3)  Anemia Berat
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2000 yang dikutip dari “The Management of Nutrition in Major Emergencie’s” (Manajemen Ilmu Gizi Dalam Keadaan Darurat) penanganan anemia berat dilakukan dengan pemberian preparat besi 600 mg dan 400 mg asam folat peroral sekali sehari selama 3 bulan.

D.  Proses Manajemen Asuhan Kebidanan
1.   Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan
Manajemen asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien (Simatupang E.J, 2006, hal.7).
2.   Tahapan dalam Manajemen Asuhan Kebidanan (Varney, 2007, hal.25-27)
Manajemen kebidanan merupakan suatu metode atau bentuk pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam member asuhan kebidanan. Langkah-langkah dalam manajemen kebidanan menggambarkan alur pola berpikir dan bertindak bidan dalam pengambilan keputusan klinis untuk mengatasi masalah.
Asuhan yang telah dilakukan harus dicatat secara benar, jelas, singkat, logis dalam suatu metode pendokumentasian. Pendokumentasian yang benar adalah pendokumentasian yang dapat mengkomunikasikan kepada orang lain mengenai asuhan yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan pada seorang klien, yang didalamnya tersirat proses berpikir yang sistematis seorang bidan dalam menghadapi seorang klien sesuai langkah-langkah dalam proses manajemen kebidanan.
Proses manajemen kebidanan terdiri dari 7 langkah. Manajemen asuhan kebidanan dimulai dengan identifikasi data dasar dan diakhiri dengan evaluasi asuhan kebidanan.
Ketujuh langkah terdiri dari keseluruhan kerangka kerja yang dapat dipakai dalam segala situasi. Langkah tersebut sebagai berikut :
Langkah I. Identifikasi Data Dasar
Identifikasi data merupakan langkah awal dari manajemen kebidanan, langkah yang merupakan kemampuan intelektual dalam mengidentifikasi masalah klien, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka identifikasi data dasar meliputi pengumpulan data dan pengolahan.
a.   Pengumpulan data
Dalam pengumpulan data mencari dan menggali data/fakta atau informasi baik dari klien, keluarganya maupun tim kesehatan lainnya atau data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan pada pencatatan dokumen medik, hal yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi :
1)  Wawancara
Wawancara/anamnese adalah tanya jawab yang dilakukan antara bidan dan klien, keluarga maupun tim medis lain dan data yang dikumpulkan mencakup semua keluhan klien tentang masalah yang dimiliki.
2)  Observasi dan pemeriksaan fisik
Pada saat observasi dilakukan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi. Pemeriksaan fisik dilakukan dari ujung kepala sampai ujung kaki (head to toe).
b.   Pengolahan data
Setelah data dikumpulkan secara lengkap dan benar maka selanjutnya dikelompokkan dalam :
1)  Data subyektif
Meliputi identitas klien, keluhan utama, riwayat penyakit, riwayat menstruasi, riwayat persalinan, riwayat nifas dan laktasi yang lalu, riwayat ginekologi, dan KB, latar belakang budaya, pengetahuan dan dukungan keluarga serta keadaan psikososial.
2)  Data obyektif
Menyangkut keadaan umum, tinggi dan berat badan, tanda-tanda vital dan keadaan fisik obstetri.
3)  Data penunjang
Meliputi hasil pemeriksaan laboratorium.
Langkah II. Merumuskan diagnosa/masalah aktual
Diagnosa adalah hasil analisis dan perumusan masalah yang diputuskan berdasarkan identifikasi yang didapat dari analisa-analisa dasar.Dalam menetapkan diagnosa bidan menggunakan pengetahuan profesional sebagai data dasar untuk mengambil tindakan diagnosa kebidanan yang ditegakkan harus berlandaskan ancaman keselamatan hidup klien.
Langkah III. Merumuskan diagnosa/masalah potensial
Bab ini mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin akan terjadi pada klien jika tidak mendapatkan penanganan yang akurat, yang dilakukan melalui pengamatan, observasi dan persiapan untuk segala sesuatu yang mungkin terjadi bila tidak segera ditangani  dapat membawa dampak yang lebih berbahaya sehingga mengancam kehidupan klien.
Langkah IV. Identifikasi Perlunya Tindakan Segera dan Kolaborasi
Menentukan intervensi yang harus segera dilakukan oleh bidan atau dokter kebidanan. Hal ini terjadi pada penderita  gawat darurat yang membutuhkan kolaborasi dan konsultasi dengan tenaga kesehatan yang lebih ahli sesuai keadaan klien. Pada tahap ini, bidan dapat melakukan tindakan emergency sesuai kewenangannya,kolaborasi maupun konsultasi untuk menyelamatkan ibu dan bayi.
Pada bagian ini pula,bidan mengevaluasi setiap keadaan klien untuk menentukan tindakan selanjutnya yang diperoleh dari hasil kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Bila klien dalam keadaan normal tidak perlu dilakukan apapun sampai tahap kelima.
Langkah V. Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan
Mengembangkan tindakan komprehensif yang ditentukan pada tahap sebelumnya, juga mengantisipasi diagnosa dan masalah kebidanan secara komprehensif yang didasari atas rasional  tindakan yang relevan dan diakui kebenarannya sesuai kondisi dan situasi berdasarkan analisa dan asumsi yang seharusnya boleh dikerjakan atau tidak oleh bidan.
Langkah VI. Impelementasi
Implementasi dapat dikerjakan keseluruhan oleh bidan bekerja sama dengan tim kesehatan lain. Bidan harus bertanggung jawab terhadap tindakan langsung,konsultasi maupun kolaborasi,implementasi yang efisien akan mengurangi waktu dan biaya perawatan serta meningkatkan kualitas pelayanan pada klien.
Langkah VII. Evaluasi
Langkah akhir manajemen kebidanan adalah evaluasi. Pada langkah ini, bidan harus mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien.

E.  Pendokumentasian Asuhan Kebidanan (SOAP) menurut Simatupang E.J, 2006, hal.61.
1.   Data Subyektif
Data atau fakta yang merupakan informasi termasuk biodata, mencakup nama, umur, tempat tinggal, pekerjaan, status perkawinan, pendidikan serta keluhan-keluhan, diperoleh dari hasil wawancara langsung pada pasien atau dari keluarga dan tenaga kesehatan lainnya.
2.   Data Objektif
Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik mencakup inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan diagnostik.
3.   Assesment/Diagnosa
Merupakan keputusan yang ditegakkan dari hasil perumusan masalah yang mencakup kondisi, masalah dan prediksi terhadap kondisi tersebut.Penegakan diagnosa kebidanan dijadikan sebagai dasar tindakan dalam upaya menanggulangi ancaman keselamatan pasien/klien.
4.   Planning/perencanaan
Rencana kegiatan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh bidan dalam melakukan intervensi untuk memecahkan masalah pasien/klien.
Tabel 2.1 : Jenis Pendokumentasian Asuhan Kebidanan
Tujuh Langkah dari
Helen Varney
Lima Langkah
Kompetens Inti Bidan
Indonesia/APD
Soap/Note/ Progres Note

1.  Pengumpulan data

1. Pengumpulan data

1. Data subjektif
2. Data objektif

2.  Identifikasi diagnosa/masalah aktual.
3. Antisipasi diagnosa/ Masalah potensial
4. Menilai perlunya tindakan segera/ konsultasi/rujukan

2.  Identifikasi diagnosa masalah

3. Assesment/ diagnosa

5.  Menyusun rencana tindakan asuhan kebidanan

3. Membuat rencana

4.  Planning/rencana tindakan
a. Konsultasi rujuk
b. Penarikan diagnostik
c.  Pemberian pengobatan
d. Pendidikan kesehatan dan konseling kesehatan
e. Followup kesehatan

6.  Implementasi asuhan

4.  Implementasi

7.  Evaluasi asuhan kebidanan

5.  Evaluasi




BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL PADA NY. ”A” GESTASI
26 MINGGU 2 HARI DENGAN ANEMIA RINGAN
DI RSUD DAYA MAKASSAR
TGL 15 FEBRUARI 2012

No. Register                          : 95338
Tanggal Kunjungan               : 15 Februari 2012 Jam 10.00 Wita
Tanggal Pengkajian               : 15 Februari 2012 Jam 10.10 Wita
Ruangan                               : ANC Rumah Sakit Umum Daerah Daya

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
A.  Identitas Istri/Suami
Nama             : Ny.”A”        / Tn.”R”
Umur              : 25 Tahun   / 28 Tahun
Nikah             : 1 Kali         / 1 kali
Lama Nikah   : + 2 Tahun
Suku              : Bugis         / Bugis
Agama            : Islam          / Islam
Pendidikan    : SMA           / S1
Pekerjaan      : IRT             / Swasta
Alamat            : BTP AF / 414
B.  Data Biologis / Fisiologis
1.   Keluhan Utama :
Ibu mengatakan pusing, cepat lelah serta tidak nafsu makan.
2.   Riwayat Keluhan Utama
a.   Ibu mengeluh sering pusing pada saat mau berdiri dan mudah lelah setelah beraktifitas atau bekerja terlalu berat
b.   Ibu mengatakan sulit tidur dan tidak nafsu makan
c.   Ibu khawatir dengan kehamilannya sekarang.
B.  Riwayat Kehamilan Sekarang
1.   Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan tidak pernah mengalami keguguran (GI P0 A0)
2.   HPHT tanggal 15 Agustus 2011
3.   TP tanggal 22 Mei 2012.
4.   Ibu mengatakan umur kehamilannya 6 bulan.
5.   Ibu merasakan pergerakan janinnya pertama kali sejak umur kehamilan 5 bulan pada bulan Januari 2012 dan sampai sekarang
6.   Pergerakan janin kuat dirasakan ibu terutama pada perut sebelah kanan.
7.   Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilannya.
8.   Ibu mengatakan sudah mendapatkan suntikan imunisasi TT1 dan TT2 di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar
a.    TT1 tanggal 10 Januari 2012
b.    TT2 tanggal 11 Februari 2012
C.   Riwayat Kesehatan Sekarang dan Yang Lalu
1.    Ibu tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi, DM dan lain-lain.
2.    Ibu tidak ada riwayat alergi dan ketergantungan obat-obatan.
3.    Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter atau bidan.
4.    Ibu tidak ada riwayat penyakit menular.
5.    Ibu tidak ada riwayat alergi makanan dan minuman.
D.  Riwayat Reproduksi
1.    Riwayat Haid
a.    Menarche                        : 14 tahun
b.    Siklus Haid         : 28 – 30 hari
c.    Lamanya Haid    : 5 – 7 hari
d.    Dismenorea        : Tidak ada
2.    Riwayat Ginekologi
Ibu tidak pernah menderita PMS dan gangguan sistem reproduksi
3.    Riwayat KB
Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB sebelumnya.
E.  Riwayat Psikososial, Ekonomi dan Spiritual
1.    Ibu, suami, dan keluarga sangat senang atas kehamilannya
2.    Ibu dan keluarga berharap persalinan berjalan dengan normal
3.    Hubungan ibu, suami dan keluarga baik
4.    Ibu sendiri yang melakukan pekerjaan rumah tangga.
5.    Pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami
6.    Biaya persalinan di tanggung suami dan keluarga
7.    Ibu dan keluarga selalu berdoa dan meminta perlindungan dari Tuhan YME
F.  Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
1.    Kebutuhan Nutrisi
a.    Sebelum Hamil
1)    Pola makanan          : Nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan
2)    Frekuensi makan     : 2-3 kali sehari
3)    Nafsu makan                        : Baik
4)    Kebutuhan  minum : 7-8 gelas/hari
b.    Selama Hamil
1)    Pola makanan          : Nasi, Lauk pauk, dan sayur
2)    Frekuensi makan     : 1-2 kali sehari
3)    Nafsu makan            : Kurang
4)    Kebutuhan minum  : 5-6 gelas/hari, ibu jarang minum susu.
2.    Pola Eliminasi
a.    Sebelum Hamil BAK :
1)    Frekwensi                 : 4-5 kali sehari
2)    Warna                                    : kuning jernih
3)    Bau                             : amoniak
b.    Selama Hamil BAK :
1)    Frekwensi                 : 3-4 kali sehari
2)    Warna                                    : Kuning
3)    Bau                             : Amoniak
a.    Sebelum Hamil BAB :
1)    Frekwensi                 : 1 kali sehari
2)    Warna                                    : Kuning kecoklatan
3)    Konsistensi               : Lembek
b.    Selama Hamil BAB :
Tidak ada perubahan
3.    Pola Istirahat
a.    Sebelum Hamil :
1)  Tidur siang : ±1 jam (pkl. 13.00 wita – pkl. 14.00 wita)
2)  Tidur Malam : ± 7 jam (pkl. 22.00 wita – pkl. 06.00 wita)
b.   Selama Hamil
1)  Tidur Siang          : ±1 jam (pkl. 13.00 wita – pkl. 14.00 wita)
2)  Tidur Malam : ± 5 jam (pkl. 23.00 wita – pkl. 04.00 wita)
4.    Personal Hygeine
a.    Sebelum hamil :
1)    Mandi 2 kali sehari memakai sabun
2)    Keramas 2 kali seminggu memakai shampoo
3)    Sikat gigi 2 kali sehari memakai pasta gigi
4)    Mengganti pakaian setiap kali kotor atau lembab
G.  Pemeriksaan Fisik
1.    Keadaan umum ibu baik
2.    Kesadaran komposmentis
3.    Berat Badan
a.    Sebelum hamil   : 49 kg (kenaikan berat badan normal 7–15 kg)
b.    Sekarang             : 53 kg
4.    Tinggi badan : 156 cm
5.    Lila : 22,5 cm
6.    Tanda – tanda vital :
a.    Tekanan darah   : 100/70 mmHg
b.    Nadi                      : 80 x / menit
c.    Pernapasan        : 20 x / menit
d.    Suhu                    :36,9 ºC
7.    Inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi
a.    Kepala
Kulit kepala bersih, rambut hitam, tidak rontok, dan tidak ada nyeri tekan
b.    Wajah      
Tidak terdapat cloasma gravidarum dan tidak ada oedema pada wajah
c.    Mata        
Konjungtiva agak pucat dan sklera putih, tidak ikterus
d.    Telinga
Tidak ada benjolan dan tidak ada pengeluaran secrumen
e.    Mulut dan Gigi
Bibir lembab dan tidak ada caries pada gigi
f.     Leher       
1)    Tidak ada pembesaran vena jugularis
2)    Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
3)    Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
g.    Payudara
1)    Inspeksi         : Simetris kiri dan kanan, tampak hiperpigmentasi pada areola mammae, dan puting susu menonjol
2)    Palpasi           : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa, tidak ada benjolan, dan ada colostrum bila putting susu dipencet
h.    Abdomen
1)    Inspeksi         : Tampak adanya striae livide, tonus otot perut tampak tegang, dan tidak ada bekas luka operasi
2)    Palpasi           : Palpasi abdomen menurut Leopold :
Leopold I   : TFU 2 jari atas pusat (20 cm)
Leopold II   : Punggung kiri
Leopold III : Presentasi kepala
Leopold IV : BAP
Lingkar perut  : 75 cm
Tafsiran berat janin = TFU x lingkar perut
                                 = 20 cm X 75 cm
                                 = 1500 gram.
Tidak ada nyeri tekan pada saat palpasi
3)    Auskultasi     : Detak jantung janin terdengar jelas, kuat dan teratur disebelah kiri perut ibu dengan frekwensi 130 x/menit.
i.      Ekstermitas bawah
1)    Inspeksi   : Simetris kiri dan kanan
2)    Palpasi     : Tidak ada oedema dan tidak ada varices
3)    Perkusi    : Refleks pattela kiri (+) dan refleks pattela kanan (+)
j.      Pemeriksaan Penunjang
1)    Pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 15 Februari 2012
a)    Hb             : 9,8 gr%                     ( normal 10 gr% - 11 gr% )
b)    Albumin   : Negatif
c)    Reduksi   : Negatif

LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
GI P0 A0, gestasi 26 minggu 2 hari, punggung kiri, situs memanjang, presentase kepala, BAP, intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik, ibu dengan anemia ringan.
1.   GI PO AO
a.   Data Subjektif
1)  Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan tidak pernah mengalami keguguran
b.   Data Objektif
1)  Tampak striae livide
2)  Tonus otot perut tampak tegang
c.   Analisis dan Interpretasi Data
                   Peningkatan melanophore Stimulating hormone (MSH) yang dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis mengakibatkan hiperpigmentasi pada daerah kulit dan terjadi penegangan pada permukaan kulit, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. Pada persalinan berulang, striae livide berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albicans.(Prawirohardjo. Sarwono, 2007,hal 97-98)
2.   Gestasi 26 Minggu 2 hari
a.   Data Subjektif
1)  HPHT tanggal 15 Agustus 2011
2)  Ibu mengatakan umur kehamilannya 6 bulan.
b.   Data Objektif
1)  Leopold I : TFU 2 jari atas pusat (20 cm).
2)  TP tanggal 22 Mei 2012
3)  Tanggal pengkajian 15 Februari 2012
c.   Analisis dan Interpretasi Data :
1)  Membesarnya uterus disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan hipertropi, hyperplasia sel uterus dan hipervaskularisasi pembuluh darah (Penny.2008,hal 16)
2)  Menurut rumus neagle dari HPHT tanggal 15 Agustus 2011 sampai dengan tanggal 15 Februari 2012, masa gestasi adalah 26 minggu 2 hari (Prawirohardjo.S 2007,hal 155)
3.   Punggung Kiri
a.   Data Subjektif
1)  Pergerakan janin dirasakan terutama pada kuadran kanan perut ibu.
b.   Data Objektif
1)  Palpasi Leopold II : Punggung kiri.
c.   Analisis dan Interpretasi Data
Palpasi ini di gunakan untuk mengidentifikasi punggung janin untuk menentukan posisi. Tangan ditempatkan di kedua sisi uterus sejajar umbilikus. Tekanan lambat di berikan secara bergantian oleh kedua tangan untuk mendeteksi sisi uterus mana yang memberikan tahanan yang lebih besar, pada pemeriksaan ini pada sisi kiri perut ibu teraba tahanan yang lebih besar, menandakan punggung bayi berada pada sebelah kanan perut ibu.(Myles. 2009,hal 260)
4.   Situs Memanjang
a.    Data Subjektif : -
b.    Data Objektif :
1) Leopold I         : Teraba bokong pada fundus
2) Leopold III : Kepala
Analisa dan Interpretasi Data :
Pada palpasi leopold I teraba bokong pada fundus dan pada leopold III kepala di sympisis sehingga posisi janin sejajar dengan sumbu perut ibu sehingga dikatakan situs memanjang. (Obstetri Padjajaran, Suleman Sastrominata, Hal 130)  
5.   Presentasi Kepala
a.   Data Subjektif : -
b.   Data Objektif :
1)  Palpasi Leopold III : Kepala
Analisis dan Interpretasi Data
Palpasi Leopold III dilakukan dengan meletakkan tangan kiri diatas fundus dan tangan kanan diatas simpisis berbentuk U, ditemukan teraba bulat dan keras serta melenting, ini menandakan kepala bayi berada pada bagian bawah perut ibu (Prawirohardjo.S,2007,hal 158)
6.   BAP
a.   Data Subjektif : -
b.   Data Objektif :
1)  Palpasi Leopold IV : BAP
Analisa Data dan Interpretasi Data
Pada palpasi leopold IV menentukan seberapa bagian dari kepala janin yang belum masuk pada pintu bawah punggul, pada pemeriksaan ini kepala masih bisa bergerak dan kedua ujung jari bertemu, ini menandakan kepala belum masuk ke dalam rongga panggul (BAP).. (Prawirohardjo.S.2007,hal 158)
7.   Intra Uterin
a.   Data Subjektif
1)  Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilannya.
b.   Data Objektif
1)  Pada saat dilakukan palpasi ibu tidak merasa nyeri.
Analisis dan Interpretasi Data
Hasil konsepsi bernidasi pada kavum uteri, kehamilan intra uterine sejak hamil muda dapat di tentukan/ dipastikan, yaitu perkembangan rahim sesuai dengan tuanya kehamilan, janin teraba intra uterine, dan palpasi terjadi kontraksi braxton hicks dari janin didalam rahim, tidak timbulnya rasa nyeri menandakan janin berkembangbiak di intra uterine. (Prawirohardjo.S.2007,hal 158)
8.   Tunggal
a.   Data Subjektif
1)  Pergerakan janin kuat dirasakan ibu terutama pada perut sebelah kanan.
b.   Data Objektif
1)  Detak jantung janin terdengar jelas, kuat dan teratur disebelah kiri perut ibu dengan frekwensi 130 x/menit.
Analisis dan Interpretasi Data
Auskultasi Djj pada hamil tunggal akan terdengar pada satu sisi, sedangkan pada kehamilan ganda terdengar Djj pada dua lokasi dengan perbedaan kurang lebih 10 denyutan (Prawirohardjo.S.2007,hal 129)
9.   Hidup
a.   Data Subjektif
1)  Ibu merasakan pergerakan janinnya pertama kali sejak umur kehamilan 5 bulan pada bulan Januari 2012 dan sampai sekarang
b.   Data Objektif
1)  Detak jantung janin terdengar jelas, kuat dan teratur disebelah kiri perut ibu dengan frekwensi 130 x/menit.
Analisis dan Interpretasi
          Adanya gerakan janin dan Djj merupakan tanda bahwa janin hidup.Gerakan janin pada primigravida dapat dirasakan pada umur kehamilan 18 minggu sedangkan pada multigravida umur kehamilan 16 minggu. Djj dapat didengar dengan leanec pada umur kehamilan 18 sampai 20 minggu. (Prawirohardjo 2007,hal 155).
          Indikator kesejahteraan janin meliputi meningkatnya berat badan maternal sehubungan dengan peningkatan uterus yang sesuai dengan usia gestasi janin, pergerakan janin yang mengikuti pola teratur sejak awal pertama kali dirasakan, denyut jantung harus berkisar antara 120 sampai 160 denyut permenit selama auskultasi. (Myles. 2009,hal 266)
10.            Keadaan Janin Baik
a.   Data Subjektif
1)  Pergerakan janin kuat dirasakan ibu terutama pada perut sebelah kanan.
b.   Data Objektif
1)  Detak jantung janin terdengar jelas, kuat dan teratur disebelah kiri perut ibu dengan frekwensi 130 x/menit.
2)  TBJ 1500 gram.
Analisis dan Interpretasi Data
          Indikator kesejahteraan janin meliputi peningkatan berat badan ibu dalam kaitannya dengan peningkatan ukuran uterus yang kompetible dengan usia gestasi janin, gerakan janin yang mengikuti pola teratur dari waktu ketika gerakan ini dirasakan dan denyut jantung janin antara 120-160 denyut/menit selama auskultasi.(Asuhan kebidanan Antenatal,HJ.Salmah,S.KP,dkk,2006,hal 147)
11.            Ibu Dengan Anemia Ringan
a.   Data Subjektif
1)  Ibu mengeluh sering pusing pada saat mau berdiri dan mudah lelah setelah beraktifitas.
b.   Data Objektif
1)  Konjungtiva agak pucat
2)    Pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 15 Februari 2012, Kadar Hb        : 9,8 gr%
Analisis dan Interpretasi
1)  Dalam kehamilan kebutuhan meningkat sementara viskositas darah menurun sehingga kerja jantung meningkatkan yang menyebabkan sel darah merah dalam perifer berkurang sehingga nampak pucat pada konjungtiva. (Proverawati.A.2009,hal 77)
2)  Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan kontrasepsi hemoglobin     dalam darah sirkulasi,yaitu kadar hemoglobin kurang dari 12,0 g/dl pada wanita tidak hamil, dan kurang dari 10,0 g/dl pada wanita hamil. (Varney.2010,hal 275)


LANGKAH III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
1.   Potensial terjadinya Anemia Sedang
a.   Data Subjektif
1)  Ibu mengeluh sering pusing pada saat mau berdiri dan mudah lelah setelah beraktifitas atau bekerja terlalu berat
b.   Data Objektif
2)  Konjungtiva agak pucat
2)    Pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 15 Februari 2012, Kadar Hb  : 9,8 gr/dl
c.   Analisis dan Interpretasi
1)  Volume plasma dan sel darah mulai meningkat pada umur kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya pada umur kehamilan 32 dan 36 minggu. Sehingga pada umur kehamilan 27 minggu dengan kadar Hb 9,8 gr% jika tidak segera diantisipasi oleh tenaga kesehatan maka memungkinkan terjadinya anemia sedang (Proverawati,A.2010, hal 275).
2)  Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11g%. Pada trimester 1 dan 3 kadar hemoglobin <10,5g% pada trimester 2. (Prawirohardjo.S,2006,hal 281)


LANGKAH IV. TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
Tidak ada data yang menunjang saat ini

LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN ASUHAN
Tanggal 15 Februari 2012, Jam 10.10 Wita
A.   Tujuan :
1.    Proses kehamilan berjalan dan berlangsung normal sampai aterm (37-42 minggu) tanpa komplikasi.
2.    Anemia teratasi
3.    Keadaan ibu dan janin baik
B.  Kriteria :
1.    Keadaan janin :
a.    Denyut jantung janin dalam batas normal : 120-160 x/menit
b.    Ibu melahirkan pada umur kehamilan 37-42 minggu
c.    Gerakan janin dalam batas normal 10 kali dalam 24 jam
d.    TBJ ≥ 2500 gram
2.    Hasil laboratorium dalam batas normal :
a.    HB : 11-14 gr/dl
b.    Albumin : negatif (-)
c.    Reduksi : negatif (-)
3.    Tanda-tanda vital dalam batas normal :
a.    Tekanan darah               : sistole 100-130 mmHg dan
diastole  60-90 mmHg
b.    Denyut nadi                    : 60-100 x/menit
c.    Suhu badan                   : 36,5-37,50C
d.    Pernafasan                     : 16-24 x/menit.
C.  Rencana Tindakan Asuhan
1.    Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
            Rasional :     
Penjelasan mengenai keadaan yang dialaminya maka ibu akan mengerti sehingga ibu bersedia menerima anjuran dan tindakan Petugas kesehatan.
2.    Berikan Health Education :
a.    Gizi seimbang
Rasional :
Kebutuhan protein, sumber zat besi dan vitamin pada ibu hmail meningkat dua kali lipat dari sebelum hamil, karena protein, zat besi, dan vitamin digunakan untuk pertumbuhan fetus di dalam rahim ibu
b.    Personal Hygiene
Rasional :
Personal hygiene sangat penting untuk memberikan rasa nyaman dan sebagai pencegahan infeksi saluran kemih dengan cara mengganti pakaian tiap kali ;basah atau lembab, menggosok gigi 2 kali sehari, mandi 2 kali sehari dan keramas 3 kali seminggu.
c.    Istirahat dan aktifitas
Rasional :
Dengan istirahat yang cukup dapat mengurangi beban kerja jantung yang mengalami peningkatan karena kehamilan serta sebagai bekal untuk menghadapi persalinan.
3.    Jelaskan pada ibu 10 tanda bahaya kehamilan
Rasional :
Agar ibu dapat mengerti dan melaksanakan anjuran bidan jika mengalami salah satu tanda bahaya dalam kehamilan.
4.    Rencana pemberian obat atau terapi
a.    Tablet Fe
Rasional :
Suplemen zat besi direkomendasikan sebagai dasar karena banyak ibu yang tidak mengkonsumsi sintesis sel darah obat.
b.    Vitamin C
Rasional :
Membantu penyerapan Fe
c.    Vitamin B Compleks
Rasional :
Untuk meningkatkan nafsu makan pada ibu hamil
5.    Diskusikan tentang kunjungan ulang berikutnya pada tanggal 27 Februari 2012.
Rasional :
Untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan janin serta mendeteksi komplikasi yang terjadi.

LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 15 Februari 2012 jam 10.30 Wita
1.    Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa janinnya hidup disertai dengan DJJ terdengar jelas, kuat, dan teratur dengan frekuensi 130 x/menit dan dalam keadaan baik serta ibu dengan anemia sedang.
2.    Memberikan Health Education
a.    Gizi seimbang
Menganjurkan pada ibu untuk mengkkonsumsi makanan yang mengandung;
1)    Karbohidrat; sumbernya dari nasi, umbi-umbian, roti yang berfungsi sebagai sumber energi.
2)    Protein; sumbernya dari tahu dan tempe yang berfungsi untuk membangun sel jaringan dan mengganti sel tubuh yang rusak serta untuk produksi ASI.
3)    Vitamin dan mineral; sumbernya buah-buahan dan sayur-sayuran terutama sayuran hijau yang berfungsi sebagai pengatur proses pertumbuhan membantu kesehatan dan kebugaran. Fe berfungsi untuk pemeliharaan fungsi tubuh secara keseluruhan.
b.    Personal Hygiene
Sangat penting untuk ibu hamil guna memberi rasa nyaman seperti; mengganti pakaian dalamtiap kali basah atau lembab, mengosok gigi 2 kali sehari, mandi 2 kali sehari, dan keramas 3 kali seminggu.
c.    Istirahat dan aktifitas
Tidur siang ± 1-2 jam dan pada malam hari ± 7-8 jam serta tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat karena akan menggangu kesehatan ibu dan janin
3.    Menjelaskan pada ibu 10 tanda bahaya dalam kehamilan yaitu :
a.    Perdarahan dari jalan lahir
b.    Nyeri perut yang hebat
c.    Terdapat perubahan pada gerakan janin/menghilang
d.    Sakit kepala yang hebat dan menetap
e.    Oedema pada wajah, tangan, dan kai
f.     Penglihatan yang tiba-tiba kabur
g.    Muntah yang berlebihan
h.    Demam tinggi
i.      Kejang
j.      Ketuban pecah dini
4.    Melaksanakan pemberian obat atau terapi
a.    Tablet Fe 500 mg sebanyak 1x1 sehari selama 10 hari
b.    Vitamin C 250 mg sebanyak 1x1 perhari selama 10 hari
c.    Vitamin B Compleks 500 mg sebanyak 1x1 perhari selama 10 hari
5. Mendiskusikan dengan ibu untuk follow up tanggal 27 Februari 2012 dan kapan saja, bila ada keluhan.

LANGKAH VII. EVALUASI ASUHAN KEBIDANAN
Tanggal 15 Februari 2012 Jam 10.50 Wita            
1.    Proses kehamilan berjalan dengan normal, masa gestasi 26 minggu 2 hari
2.    Anemia belum teratasi dengan Hb 9,8 gr%
3.    Tanda-tanda vital dalam batas normal :
a.    Tekanan darah         : 100/70 mmHg
b.    Pernapasan              : 20 x/menit
c.    Denyut nadi              : 80 x/menit
d.    Suhu badan             : 36,5ºC
4.   Bayi dalam kondisi yang baik dan Djj terdengar jelas di perut sebelah kiri dengan frekuensi 130 x /menit
5.   Ibu bersedia datang kembali tanggal 27 Februari 2012 untuk memeriksakan kehamilannya.




 PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.”A” GESTASI 26 MINGGU 2 HARI  DENGAN ANEMIA RINGAN
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA MAKASSAR
TANGGAL 15 FEBRUARI 2012


No. Register                          : 95338
Tanggal Kunjungan                        : 15 Februari 2012 Jam 10.00 Wita
Tanggal Pengkajian                        : 15 Februari 2012 Jam 10.10 Wita
Ruangan                               : ANC Rumah Sakit Umum Daerah Daya

A.  IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Identitas istri/suami
Nama             : Ny.”A”        / Tn.”R”
Umur              : 25 Tahun   / 28 Tahun
Nikah             : 1 Kali         / 1 kali
Lama nikah    : + 2 Tahun
Suku              : Bugis         / Bugis
Agama            : Islam          / Islam
Pendidikan    : SMA                    / S1
Pekerjaan      : IRT             / Swasta
Alamat            : BTP AF / 414

B.  DATA SUBJEKTIF
1.   Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan tidak pernah mengalami keguguran (GI P0 A0)
2.   HPHT tanggal 15 Agustus 2011
3.   Ibu mengatakan umur kehamilannya 6 bulan.
4.   Ibu merasakan pergerakan janinnya pertama kali sejak umur kehamilan 5 bulan pada bulan Januari 2012 dan sampai sekarang
5.   Pergerakan janin kuat dirasakan ibu terutama pada perut sebelah kanan.
6.   Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilannya.
7.   Ibu mengeluh sering pusing pada saat mau berdiri dan mudah lelah setelah beraktifitas atau bekerja terlalu berat
8.   Ibu mengatakan sulit tidur dan tidak nafsu makan
9.   Ibu khawatir dengan kehamilannya sekarang.
10.            Ibu mengatakan sudah mendapatkan suntikan imunisasi TT1 dan TT2 di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar
a.    TT1 tanggal 10 Januari 2012
b.    TT2 tanggal 11 Februari 2012
C.  DATA OBJEKTIF
1.    Keadaan umum ibu baik
2.    Kesadaran komposmentis
3.    Berat Badan
a.    Sebelum hamil   : 49 kg (kenaikan berat badan normal 6,5 – 16 kg)
b.    Sekarang             : 53 kg
4.    Tinggi badan : 156 cm
5.    Lila : 22,5 cm
6.    Tanda – tanda vital :
a.    Tekanan darah   : 100/70 mmHg
b.    Nadi                      : 80 x / menit
c.    Pernapasan        : 20 x / menit
d.    Suhu                    :36,9 ºC
7.    Inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi
a.    Kepala
Kulit kepala bersih, rambut hitam, tidak rontok, dan tidak ada nyeri tekan
b.    Wajah      
Tidak terdapat cloasma gravidarum dan tidak ada oedema pada wajah
c.    Mata        
Konjungtiva agak pucat dan sklera putih, tidak ikterus
d.    Telinga
Tidak ada benjolan dan tidak ada pengeluaran secrumen
e.    Mulut dan Gigi
Bibir lembab dan tidak ada caries pada gigi
f.     Leher       
1)    Tidak ada pembesaran vena jugularis
2)    Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
3)    Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
g.    Payudara
1)    Inspeksi         : Simetris kiri dan kanan, tampak hiperpigmentasi pada areola mammae, dan puting susu menonjol
2)    Palpasi           : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa, tidak ada benjolan, dan ada colostrum bila putting susu dipencet
h.    Abdomen
1)    Inspeksi         : Tampak adanya striae livide, tonus otot perut tampak tegang, dan tidak ada bekas luka operasi
2)    Palpasi           : Palpasi abdomen menurut Leopold :
Leopold I   : TFU 2 jari atas pusat (20 cm)
Leopold II   : Punggung kiri
Leopold III : Presentasi kepala
Leopold IV : BAP
Lingkar perut  : 75 cm
Tafsiran berat janin = TFU x lingkar perut
                                 = 20 cm X 75 cm
                                 = 1500 gram.
Tidak ada nyeri tekan pada saat palpasi
3)    Auskultasi     : Detak jantung janin terdengar jelas, kuat dan teratur, dengan frekwensi 130 x/menit pada bagian kanan perut ibu.
i.      Ekstermitas bawah
1)    Inspeksi   : Simetris kiri dan kanan
2)    Palpasi     : Tidak ada oedema dan tidak ada varices
3)    Perkusi    : Refleks pattela kiri (+) dan refleks pattela kanan (+)
j.      Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 15 Februari 2012
1)    Hb                   : 9,8 gr/dl                    (normal 11gr% - 14gr%)
2)    Albumin         : Negatif
3)    Reduksi         : Negatif

D.  ASSESMENT
GI P0 A0, gestasi 26 minggu 2 hari, punggung kiri, presentase kepala, BAP, intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik, ibu dengan anemia ringan.

E.  PLANNING
Tanggal 15 Februari 2012 Jam 10.30 Wita
1.    Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa janinnya hidup disertai dengan DJJ terdengar jelas, kuat, dan teratur dengan frekuensi 130 x/menit dan dalam keadaan baik serta ibu dengan anemia sedang.
;Ibu senang mendengar janinnya dalam keadaan baik.
2.    Memberikan Health Education
a.    Gizi seimbang; dapat memenuhi kebutuhan ibu hamil yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang bersumber dari nasi, sayur, buah-buahan dan ikan yang berfungsi pertumbuuhan dan perkembangan janin dalam kehamilan dan persiapan laktasi.
;Ibu mengerti dan mau mengkonsumsi anjuran yang diberikan.
b.    Personal Hygiene; sangat penting untuk ibu hamil guna memberi rasa nyaman seperti; mengganti pakaian dalamtiap kali basah atau lembab, mengosok gigi 2 kali sehari, mandi 2 kali sehari, dan keramas 3 kali seminggu.
;Ibu mengerti dan mau melakukan personal hygiene yang diberikan.
c.    Istirahat dan aktifitas; pemberian relaksasi pada otot dan mengurangi kerja jantung serta menghambat pemakaian energi dengan cara tidur siang ± 1-2 jam dan pada malam hari ± 7-8 jam serta tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat.
;Ibu bersedia melakukan aktififtas dan istirahat sesuai dengan yang dianjurkan.
3.    Menjelaskan pada ibu 10 tanda bahaya dalam kehamilan yaitu :
a.    Perdarahan dari jalan lahir
b.    Nyeri perut yang hebat
c.    Terdapat perubahan pada gerakan janin/menghilang
d.    Sakit kepala yang hebat dan menetap
e.    Oedema pada wajah, tangan, dan kai
f.     Penglihatan yang tiba-tiba kabur
g.    Muntah yang berlebihan
h.    Demam tinggi
i.      Kejang
j.      Ketuban pecah dini
;Ibu mengerti tentang 10 tanda bahaya kehamilan dan bersedia ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami salah satu dari 10 tanda bahaya kehamilan.
4.    Melaksanakan pemberian obat atau terapi
a.    Tablet Fe 500 mg sebanyak 1x1 sehari selama 10 hari
b.    Vitamin C 250 mg sebanyak 1x1 perhari selama 10 hari
c.    Vitamin B Compleks 500 mg sebanyak 1x1 perhari selama 10 hari
;Ibu bersedia mengkonsumsi obat yang telah diberikan berdasarkan anjuran dari bidan.
4.    Mendiskusikan dengan ibu untuk follow up tanggal 27 Februari 2012 dan kapan saja bila ada keluhan.
;Ibu mengerti dan bersedia datang kembali ke rumah sakit pada tanggal yang telah ditentukan oleh  bidan.



















PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN


TANGGAL 27 FEBRUARI 2012

A.  DATA SUBJEKTIF
1.   Perasaan pusing sudah berkurang.
2.   Ibu sudah tidak merasa sangat lelah setelah beraktifitas
3.   Ibu mengatakan mulai mengurangi aktivitas yang berat dan lebih banyak beristirahat.

B.  DATA OBJEKTIF
1.   Keadaan umum ibu baik
2.   Kesadaran komposmentis
3.  BB 54 kg.
4.   Tanda-tanda vital :
a.   Tekanan darah         : 120/80 mmHg
b.   Denyut nadi    : 82 x/menit
c.   Suhu Badan   : 36,9 0C
d.   Pernapasan    : 20 x/menit
5.   Konjungtiva merah muda, sclera tidak ikterus.
6.   Tidak ada oedema pada wajah, tangan dan tungkai.
7.   Palpasi abdomen :
Leopold I   : 3 jari atas pusat (26 cm).
Leopold II : Punggung kiri.
Leopold III : Presentase kepala
Leopold IV : Convergen.
Auskultasi Djj      : 134 x /menit kuat dan teratur.
Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
  1. Pemeriksaan laboratorium tanggal 27 Februari 2012;
a.   Kadar Hb 11,4 gr%.

C.  ASSESMENT
G1 PO AO, gestasi 28 minggu, punggung kiri, situs memanjang, presentase kepala, BAP, intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik dan keadaan ibu baik.

D.  PLANNING
Tanggal 27 Februari 2012 Jam 09.30 Wita
1.   Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa kehamilan normal dan ibu dan janin dalam keadaan baik.\
;Ibu senang mendengar keadaan ibu dan janin baik-baik saja.
2.   Mengingatkan pada ibu untuk tetap melaksanakan Health Education yaitu :
a.   Gizi pada ibu hamil dengan memenuhi kebutuhan kalori, protein, kalsium, zat besi, asam folat dan vitamin C.
;Ibu sudah mengerti tentang penyuluhan yang diberikan dan bersedia mengkonsumsi makanan yang dianjurkan.
b.   Hygiene dalam kehamilan
Menjelaskan pada ibu tentang personal hygiene terutama tentang kebersihan genitalia, pakaian, serta kebersihan payudara.
;Ibu sudah mengerti dan bersedia untuk tetap menjaga personal hygienenya.
c.   Istirahat
Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam dan 6-8 jam pada malam hari.
:Ibu sudah mengerti tentang pola istirahat yang benar dan bersedia untuk tetap melakukan saran yang diberikan.
3.    Memberikan Health Education mengenai perawatan payudara.
Dapat mempelancar ASI atau persiapan laktasi sehingga pada saat janin lahir ibu sudah siap menyusui.
;Ibu bersedia melakukan perawatan payudara sendiri di rumah.
4.   Mengingatkan tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan dan ibu segera ke bidan atau dokter jika mengalami salah satu dari tanda bahaya kehamilan.
;Ibu sudah mengerti tentang 10 tanda bahaya kehamilan dan bersedia untuk datang ke bidan atau dokter jika mengalami satu dari 10 tanda bahaya tersebut.
5.   Penatalaksanaan pemberian obat-obatan, diantaranya :
a.    Tablet Fe 500 mg sebanyak 1x1 sehari selama 10 hari
b.    Vitamin C 250 mg sebanyak 1x1 perhari selama 10 hari
c.    Vitamin B Compleks 500 mg sebanyak 1x1 perhari selama 10 hari
;Ibu bersedia untuk tetap mengkonsumsi obat yang diberikan sesuai jadwal dan dosis yang telah ditentukan.
6.    Mendiskusikan dengan ibu untuk follow up tanggal 19 Maret 2012 dan kapan saja ,bila ada keluhan.
;Ibu mengerti dan bersedia datang kembali ke rumah sakit pada tanggal yang telah ditentukan oleh  bidan.




BAB IV
PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas tentang kesejahteraan antara konsep dasar tinjauan kasus pada pelaksanaan kebidanan pada Ny”A” Gestasi 26 minggu 2 hari dengan Anemia Ringan di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar tanggal 15 dan 27 Februari 2012.
Untuk memudahkan pembahasan ini maka penulis menggunakan tujuh langkah varney sebagai pembahasan sebagai berikut:

Langkah I. Pengkajian dan Analisa Data Dasar
Pada tahap identifikasi data dasar, penulis tidak menemukan hambatan yang berarti, karena pada saat pengumpulan data baik pasien maupun keluarganya serta bidan yang ada di ruangan dapat memberikan informasi secara terbuka sehingga memudahkan untuk memperoleh data-data yang diinginkan sesuai dengan permasalahan yang diangkat. Data yang diambil dilakukan secara terfokus, masalah yang dialami klien sehingga intervensi yang dapat terfokus pada masalah yang diangkat.
          Dalam tinjauan pustaka, dikatakan bahwa anemia dengan gejala-gejala meliputi:
           a.     Merasa lelah,pusing dan sering mengantuk
           b.     Merasa tidak enak badan, mengeluh sakit kepala, mengeluh lidah perih, kulit pucat dan kering 
          c.      Membran mukosa dan konjungtiva serta kuku jari tangan pucat dan tidak enak tidur
          d.      Hilang nafsu makan, mual, muntah, riwayat kehamilan yang dekat.
             Sedangkan pada Ny”A” didapatkan keluhan berupa mengeluh capek/lelah setelah beraktivitas, mengeluh sering pusing apabila bekerja terlalu berat, kurang nafsu makan, sulit tidur dan konjungtiva pucat, serta pemeriksaan laboratorium dengan kadar Hb 9,8gr%
        
Langkah II. Merumuskan Diagnosa/Masalah aktual
Dalam tinjauan asuhan kebidanan setelah diinterpretasikan data, kemudian dikembangkan ke dalam identifikasi data yang spesifik mengenai masalah atau diagnosa. Masalah aktual merupakan masalah yang nampak nyata yang di dapat melalui data subjektif dan data objektif.
Dengan penjelasan tinjauan pustaka dan tinjauan asuhan kebidanan, gejala umum yang terjadi pada seseorang dengan anemia adalah lemas, pusing, cepat lelah, mudah mengantuk, konsentrasi menurun, pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk, tampak pucat. kepucatan dapat dilihat pada konjungtiva,  ternyata ada kesamaan pada beberapa aspek diantaranya: mudah lelah, sering pusing, konjungtiva pucat, Hb dengan kadar 9,8 gr% sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan untuk tindakan selanjutnya. Adapun diagnosa/masalah aktual yang dapat diidentifikasi pada Ny. A” dengan anemia ringan adalah GI P0 A0, gestasi 26 minggu 2 hari, punggung kiri, presentase kepala, BAP, intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik, ibu dengan anemia ringan.

Langkah III. Identifikasi masalah/Masalah potensial
Pada tinjauan asuhan kebidanan identifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi pada Ny.”A” berdasarkan pengumpulan data, pengamatan yang cermat dan observasi yang akurat kemudian dievaluasi apakah terdapat kondisi yang abnormal dan apabila tidak mendapatkan penanganan yang akurat dapat menimbulkan keadaan yang berbahaya sehingga mengancam kehidupan ibu dan janin.
Dalam penanganan kasus anemia ringan di lahan praktek pada kasus ini menunjukkan adanya kesamaan dengan tinjauan asuhan kebidanan sehingga memudahkan penulis dalam melanjutkan proses asuhan ke langkah berikutnya.
Pada kasus anemia ringan diagnosa atau masalah potensial yang bisa terjadi adalah potensial terjadi anemia sedang.

Langkah IV. Identifikasi Perlunya Tindakan Segera dan Kolaborasi
Dalam kasus ini penulis tidak melaksanakan tindakan segera maupun tindakan lain yang bersifat emergensi. Oleh karena itu tidak ada diagnosa atau masalah yang memerlukan tindakan segera pada kasus ini.

Langkah V. Rencana Tindakan
Perencanaan adalah proses penyusunan suatu rencana atau tindakan berdasarkan identifikasi masalah saat ini serta diagnosa dan masalah lain yang mungkin terjadi. Perencanaan tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai disertai kriteria keberhasilannya.
Adapun rencana tindakan pada kasus Ny.”A” adalah :
1.   Sampaikan hasil pemeriksaan pada ibu.
2.   Berikan pendidikan kesehatan tentang gizi seimbang, personal hygiene, pola istirahat dan perawatan payudara.
3.   Diskusikan 10 tanda bahaya kehamilan.
4.   Pemberian obat yaitu Fe, Vitamin B Compleks  dan vitamin C.
5.   Anjurkan ibu untuk datang kembali sesuai jadwal yang ditetapkan atau bila ada keluhan.
Dari tinjauan pustaka dan asuhan kebidanan pada Ny.”A” berdasarkan pada rencana tindakan, ditemukan adanya persamaan antara apa yang ada diteori dengan yang dilakukan di lahan praktek.

Langkah VI. Pelaksanaan Tindakan Asuhan Kebidanan
Tindakan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai rencana dan pada tahap pelaksanaan tindakan asuhan kebidanan ini, penulis tidak menemukan hambatan yang berarti karena adanya kerjasama dan penerimaan yang baik dari klien dan keluarga yang kooperatif dan adanya sarana dan fasilitas yang mendukung dalam pelaksanaan tindakan.
      
Langkah VII. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari proses manajemen asuhan kebidanan dimana pada tahap ini dinilai adanya kemajuan dan keberhasilan dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh klien. Dalam evaluasi selama 2 kali pemeriksaan tanggal 15 dan 27 Februari 2012 pada Ny.”A” yang telah dilakukan untuk menangani anemia diperoleh hasil yang menunjukkan adanya perubahan dari anemia ringan menjadi tidak anemia.

BAB V


                        PENUTUP
  
Setelah penulis mempelajari teori dan pengalaman langsung di lahan praktek melalui studi kasus tentang “Asuhan Kebidanan Antenatal Care Pada Ny.”A” gestasi 26 minggu 2 hari dengan anemia ringan di Rumah Sakit Umum Daya Makassar Tanggal 15 dan 27 Februari 2012”.  Adapun kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut :
A.  Kesimpulan
1.   Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu masalah yang cukup tinggi angka kejadiannya, karena dapat meningkatkan mortalitas dan morbilitas ibu dan janin.
2.   Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dalam darah kurang dari 11gr%, memberikan pengaruh kurang baik bagi ibu dan janin yaitu dapat terjadi abortus, persalinan prematuritas perdarahan, hambatan tumbuh kembang janin dan kematian janin dalam rahim.
3.   Untuk mencegah anemia dalam kehamilan dapat diberikan tablet besi saat kunjungan ANC minimal 90 tablet dalam kehamilan serta gizi seimbang.
4.   Pada pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny.”A” mulai dari pengkajian sampai tahap akhir tidak ditemukan adanya hambatan, karena kerjasama yang baik antara klien dan petugas kesehatan sehingga semua tindakan dapat terlaksana dengan baik.
5.   Dokumentasi sangat perlu dilaksanakan pada setiap tahap dari proses asuhan kebidanan, karena hal ini merupakan salah satu cara pembuktian pertanggungjawaban bidan terhadap asuhan kebidanan yang telah diberikan.

B. Saran
1.   Saran untuk Ibu Hamil
a.   Setiap ibu diharapkan segera memeriksakan diri ke sarana kesehatan saat mengetahui dirinya hamil untuk memeriksakan kehamilannya, mendeteksi secara dini jika ada kelainan sehubungan dengan kehamilannya sehingga tersedia cukup waktu untuk penanganan masalah yang dihadapi.
b.   Membiasakan diri untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi sehingga kebutuhan ibu dan janin dapat terpenuhi selama kehamilan.
c.   Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan.
2.   Saran untuk Petugas Kesehatan
a.   Senantiasa memberikan informasi kepada ibu hamil dan keluarganya tentang keadaan kehamilannya dan pendidikan kesehatan yang penting agar kehamilan dapat berlangsung normal.
b.   Dalam melakukan pelayanan terhadap ibu hamil sebaiknya menggunakan proses asuhan kebidanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
c.   Dalam hal pendidikan kesehatan perlu ditingkatkan kepada ibu maupun keluarganya agar mau mengerti dan mau bekerjasama untuk mengatasi masalah serta partisipasi aktif keluarga sangat diperlukan dalam penangangan masalah anemia.
d.   Mendokumentasikan setiap tindakan yang dilakukan sebagai pembuktian pertanggungjawaban petugas kesehatan terhadap asuhan yang diberikan.
3.   Saran untuk Institusi
a.   Menyediakan tenaga pengajar yang profesional yang dapat membimbing mahasiswa dalam proses belajar mengajar.
b.   Melengkapi fasilitas laboratorium yang memadai sesuai standar kebidanan dan buku-buku di perpustakaan.